Umum

Kedudukan Pembinaan Moral

kedudukan-pembinaan-moral
kedudukan-pembinaan-moral

Kita akan mendapatkan kenyataan bahwa sebagian anggota masyarakat telah rusak atau mulai merosot moralnya. Kepentingan umum tidak lagi menjadi nomor satu, tetapi kepentingan dan keuntungan pribadi lah yang menonjol pada banyak orang. Kejujuran kebenaran, keadilan dan keberanian telah tertutup oleh penyelewengan-penyelewengan. Banyak gitar yang menduduki suatu jabatan, Namun ternyata mereka melakukan korupsi, manipulasi dan mencuri yang bukan haknya.

Kemerosotan moral menjalar kepada Tunas Tunas Bangsa, yakni pada remaja sebagai generasi muda yang diharapkan untuk melanjutkan pembangunan ketik kenakalan demi kenakalan yang dilakukan oleh generasi muda ini semakin papa dan mereka tidak malu lagi berbuat kemaksiatan. Tawuran, judi, mabuk-mabukan, mengedarkan yang mengonsumsi narkoba, pergaulan bebas, dan sebagainya kini mewarnai kehidupan sebagai generasi muda bangsa ini.

Sangatlah penting generasi muda dapat diselamatkan dan dihindarkan dari melakukan berbagai kemaksiatan. Jatuh bangunnya,jaya hancurnya, sudah terlalu sahnya suatu bangsa dan masyarakat tergantung kepada Bagaimana keadaan moralnya. Apabila moralnya baik, akan sejahtera lahir batinnya, akan tetapi jika sebaliknya, maka rusaklah lahir batinnya. Di dalam upaya pencapaian moral yang baik tersebut, kedudukan pembinaan moral sangatlah dominan dan penting dalam kehidupan masyarakat.

Hasil dari adanya pembinaan moral salah satunya adalah Moral seseorang akan baik. Jika seseorang bermoral Baik, maka ia selalu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang memberikan Hak yang harus diberikan kepada yang berhak Puji dia melakukan kewajibannya terhadap diri sendiri yang menjadi hak pilihnya, terhadap Tuhannya, yang menjadi hak Tuhannya, terhadap makhluk yang lain, terhadap sesama manusia, yang menjadi hak manusia lainnya, dan terhadap segala yang ada secara harmonis. Dia akan menempati martabat yang mulia dalam pandangan umum, mengisi dirinya dengan sifat-sifat yang terpuji kemah menjauhkan dirinya sebagai dari sifat sifat yang tercela, menempati kedudukan yang mulia secara objektif, walaupun secara material keadaannya sangat sederhana.

About the author

windiariska

Add Comment

Click here to post a comment